Tentang Kami

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW)

PPSW Jakarta adalah salah satu lembaga otonom dalam asosiasi PPSW telah mendampingi 20.837 orang anggota basis yang tergabung dalam 20 kelompok/koperasi yang berada di 131 kelurahan dari 51 kecamatan.

Berdiri Pada April 2005
Telp. (021) 86603883
Email admin@ppswjakarta.com
Website www.ppswjakarta.org
Download CV Asosiasi PPSW

Tujuan Kami

Tujuan utama PPSW jakarta adalah pemberdayaan perempuan, khususnya yang berada di strata sosial ekonomi terendah di masyarakat, yang terkonsentrasi di daerah kumuh perkotaan

PPSW Jakarta memilih beberapa fokus persoalan dihadapi masyarakat seperti masalah ekonomi, kesehatan reproduksi, pendidikan politik dan pendidikan sebagai pintu masuk dalam pengorganisasisan masyarakat khususnya kelompok perempuan

Pemberdayaan
Pendampingan
Advokasi
Capacity building

Program Kami

Yang kami kerjakan

Penguatan Perempuan

Penguatan Koperasi dan ekonomi sosial perempuan di tingkat akar rumput yang menjadi dampingan PPSW

Pendidikan Kritis

Menumbuhkan kesadaran kritis, ketrampilan dan pengetahuan untuk pemberdayaan perempuan

Jaringan/Advokasi

Mengembangkan jaringan dan advokasi yang mencakup nilai-nilai dan juga aspek kebijakan untuk perempuan

1001

Penerima Manfaat

000

Koperasi

100

Kelurahan

000

Kecamatan

Portopolio Kami

What we do
  • Semua
  • SPBJ
  • Koperasi

Pengalaman Kami

Aktivits lembaga
2015 - 2019
Program Peduli

Program yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil, bertujuan untuk meningkatkan inklusi sosial bagi kelompok marginal di Indonesia.

2017 - 2019
Program untuk Perempuan Lanjut Usia

Koperasi Ramah Lansia memberikan layanan prioritas anggota lansia saat transaksi, cek kesehatan dan senam rutin. Juga kampanye “Dahulukan Layanan untuk lanjut Usia” dan “Tolak Pikun”.

2017 - Present
PUKM

PUKM memiliki kemampuan mengelola usaha, meningkat pemasaran langsung dan Online dan mampu membangun kerjasama dengan Stakeholder untuk memperkuat usaha dan jaringan pemasaran.

Publikasi Kami

Aktivitas Program


Perkembangan Simpanan 2017 - 2018


Perkembangan Outstanding 2017 - 2018

Perkembangan Anggota 2017 - 2018


Nama “Cina Benteng” berasal dari kata “Benteng”, nama lama kota Tangerang. Saat itu terdapat sebuah benteng Belanda di kota Tangerang di pinggir sungai Cisadane, difungsikan sebagai post pengamanan mencegah serangan dari
Kesultanan Banten.

Benteng ini adalah salah satu benteng terpenting Belanda dan merupakan Benteng terdepan pertahanan Belanda di pulau Jawa. Masyarakat Cina Benteng telah beberapa generasi tinggal di Tangerang yang kini telah berkembang menjadi tiga kota/kabupaten yaitu, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Download Disini


Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Jakarta berdiri sejak April 2005 merupakan sebuah LSM Perempuan di Indonesia yang hingga kini tetap konsisten mengembangkan dan mendampingi kelompok-kelompok perempuan basis. Dalam mendampingi ibu-ibu di tingkat basis, PPSW Jakarta menggunakan pendekatan Community Organizing (CO), dan berusaha memfasilitasi berbagai masalah yang dialami masyarakat di wilayah dampingan.

Klender, Jakarta Timur, sebagai salah satu wilayah dampingan PPSW Jakarta sejak tahun 2006 merupakan wilayah yang padat penduduk, kumuh dan miskin. Persoalan yang dihadapi masyarakat sangat kompleks, kemiskinan, pengangguran, narkoba, judi, kebakaran dan anak-anak yang drop-out. Dalam usia sekolah anak-anak harus bekerja sebagai pengamen, pengemis, penyemir sepatu, bahkan sebagai bandar narkoba guna membantu ekonomi keluarga.

Download Disini
Kesibukan Koperasi Lentera Benteng Jaya

Oleh Titik Suryatmi 

AKU MELANGKAHKAN KAKI menyusuri jalan setapak di sisi Sungai Cisadane yang airnya mengalun tenang. Langit tampak gelap tertutup mendung, pertanda hujan akan turun seiring dengan meredupnya cahaya matahari. Aku terus melangkahkan kaki di jalan sempit di atas tanggul sungai di kanan dan kirinya penuh rumput dan ilalang.

Sesampainya di Kampung Sewan Lebak Wangi, Kota Tangerang, mataku tertuju pada Kelenteng Tjong Tek Bio yang berdiri angkuh dengan kesan angker. Pintu gerbangnya yang tinggi menggapai langit diapit oleh dua patung Liong yang seolah ingin menerkam siapa saja yang mendekatinya. Dari kejauhan terlihat patung naga raksasa membelit tiang tiang besar berwarna merah darah. Di bagian atas, pada pinggiran plafon terdapat 1.000 lentera merah bergelantungan, membuat ruangan semakin indah bercahaya.
Bulu kudukku merinding saat melangkah perlahan memasuki kelenteng tua itu. Mataku tak bisa lepas dari patung dewa-dewa yang berjajar di altar tempat sembahyang. Sorot mata dewa-dewa itu melihatku, seakan ingin menunjukkan kekuatannya. Di kelenteng ini, persembahan kepada mereka tak putus dipersembahkan oleh para peziarah.

Nuansa mistis merasuk melalui hidung setelah tercium aroma hio yang dibakar. Pagar tinggi yang mengelilingi kelenteng dan tungku pembakaran di tengahnya menambah kesan sakral tak terjamah. Penampilan tempat ibadah umat Kong Hu Cu ini meng ingatkanku pada legenda Hok Tek Tjen Sin atau dewa bumi yang konon bersemayam di kelenteng ini. Kelenteng yang dibangun tahun 1830 itu adalah salah satu tujuanku datang ke sini. Inilah pertama kalinya aku melihat bangunan bersejarah ini secara langsung. Mataku nyaris tak berkedip mengamati setiap detailnya yang menawan. Megah, klasik, mistis, dan misterius. Kelenteng tua ini dahulu adalah Wihara Maha Bodhi yang berlokasi di sisi jalan besar Sewan Lebakwangi. Namun pada tahun 1966 dipindahkan ke pertengahan pemukiman warga karena lokasi lama sering direndam banjir.

Puas menikmati pesona kelenteng, aku melanjutkan perjalanan. Kakiku berjalan menyusuri gang-gang sempit di sela rumah-rumah bambu beratap rumbia di perkampungan padat sekitar kelenteng. Aku ingin menyatu dengan kultur lokal yang agamais berbalut budaya Tionghoa. Aku datang ke tempat itu sebagai petugas lapangan dari Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Jakarta (PPSW Jakarta) untuk Program Peduli yang salah satunya diperuntukkan untuk memberdayakan perempuan Cina Benteng. Survei pendahuluan diperlukan untuk menjajaki pemberdayaan ekonomi mereka melalui koperasi.

Telah beberapa lama Aku menapaki gang-gang sempit yang hanya bisa dilewati sepeda motor ini. Targetku kali ini adalah menemui ibu-ibu yang sedang berkumpul. Feeling mengarahkan langkah kakiku ke warung kopi yang agaknya menjadi tempat mangkal ibu-ibu.

Aku mengambil tempat duduk di samping seorang ibu muda berbaju merah. Ia seorang wanita paruh baya berkulit putih, bermata sipit, dan berwajah manis. Ia memandangku dengan sudut matanya saat aku mulai menyapa. “Selamat siang bu,” sapaku sembari melempar senyum. “Selamat siang,” jawabnya berusaha ramah namun dengan senyum tertahan. Kami agak canggung pada awalnya, namun pembicaraan kecil berhasil memecahkan kebekuan dalam beberapa menit. Kami berbincang-bincang sedikit tentang cuaca yang panas hari itu. Obrolan sembari minum es sirup dan tahu goreng ini lama-lama membuat kami akrab juga. Belakangan Aku tahu namanya Henny Liem. Selengkapnya baca buku Cerita dari Negeri Inklusi di link berikut ini


Program
Pengorganisasian Masyarakat

Pengorganisasian Masyarakat merupakan kegiatan utama PPSW Jakarta. Beberapa pola pendekatan diterapkan sesuai kebutuhan dan situasi masyarakat dalam melaksanakan program.
PPSW Jakarta mengorganisir perempuan di tingkat basis melalui kelompok-kelompok berdasarkan tempat tinggal dengan kegiatan ekonomi sebagai pintu masuk utama.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam kelompok, selain simpan pinjam juga pelatihan dan diskusi untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan meningkatkan kapasitas sehingga perempuan dapat menyelesaikan permasalahan dan melakukan perubahan di keluarga dan lingkungan.

Kepemimpinan di kelompok terus menerus dilakukan secara berkesinambungan, supaya proses pengkaderan berjalan baik. Pengembangan kepemimpinan perempuan harus disiapkan sejak awal, karena ada tantangan budaya yang masih menghambat perempuan menjadi pemimpin.

Mengembangkan Koperasi Perempuan di tingkat basis
Pengembangan Koperasi Perempuan di tingkat basis merupakan salah satu pintu masuk untuk memberdayakan perempuan. Pengembangan Koperasi Perempuan ini sebagai bagian dari program penguatan ekonomi untuk perempuan yang bertujuan untuk :

  
·       Mengembangkan lembaga keuangan yang dimiliki oleh perempuan
·       Membuka akses kredit, jaminan sosial dan sumberdaya lainnya bagi perempuan.
·       Menghimpun dan mengembangkan dana simpanan masyarakat agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengembangan perekonomian rakyat.
·       Sebagai wadah untuk mengembangkan kepemimpinan perempuan

Pelatihan
PPSW Jakarta memfasilitasi berbagai pelatihan bagi masyarakat dampingan maupun lembaga-lembaga lain yang membutuhkan. Pelatihan yang diberikan mencakup tiga hal yaitu keterampilan tekhnis, keterampilan manajerial dan pengembangan diri. Pelatihan-pelatihan dasar meliputi :

·       Pelatihan Pengorganisasian masyarakat (CO) untuk membangun visi tentang hidup dan kehidupan

·       Pelatihan motivasi berkelompok, untuk memotivasi anggota agar mau bekerja sama dalam kelompok

·       Pelatihan gender untuk membangun kesadaran kritis perempuan terhadap kesetaraan gender serta persoalan perempuan baik persoalan praktis maupun struktural.

·       Pelatihan manajemen kelompok dan kepemimpinan, untuk melatih kelompok dalam mengelola dan mengembangkan kelompoknya, serta mengembangkan potensi kepemimpinan perempuan di wilayahnya.

·       Pelatihan kader lokal : politik, hak-hak perempuan dan masalah-masalah perempuan, untuk mengembangkan pemimpin lokal sehingga mampu melakukan perubahan untuk diri, keluarga dan lingkungan.

·       Pelatihan-pelatihan tekhnis, dengan memanfaatkan sumberdaya dan sumberdana di tingkat lokal.


Diskusi, Seminar dan Lokakarya
PPSW Jakarta memfasilitasi berbagai diskusi, seminar dan lokakarya sebagai bagian dari upaya advokasi. Persoalan yang berkaitan dengan kepentinganperempuan merupakan fokus diskusi, seminar dan lokakarya yang diorganisir dan difasilitasi oleh PPSW Jakarta.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi PPSW Jakarta seperti digambarkan sebagai berikut:



Team PPSW Jakarta

Latar Belakang
Pusat pengembangan sumberdaya Wanita (PPSW), merupakan salah satu LSM perempuan di Indonesia yang terus konsisten mengembangkan dan mendampingi kelompok-kelompok perempuan di basis sejak berdiri tahun 1986 saat ini.

Sebagai sebuah organisasi, PPSW telah berevolusi berubah seiring perkembangan kondisi yang ada. Sejak April 2005 PPSW telah menjadi sebuah organisasi asosiasi dengan empat lembaga otonom yaitu PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borneo dan PPSW Sumatra. Sekretariat PPSW menjadi simpul yang mengkoordinir perkembangan lintas organisasi otonom agar tetap menjadi satu kesatuan gerakan asosiasi yang kuat dan efektif. Transformasi PPSW ini Sejalan dengan perkembangan sistem yang lebih terdesentralisasi di Indonesia saat ini. Lembaga-Lembaga otonomlah yang secara berkesinambungan akan mengembangkan dan mendampingi kelompok di wilayahnya masin-masing.

PPSW Jakarta sebagai salah satu lembaga otonom dalam asosiasi PPSW telah mendampingi 6.398 orang perempuan basis yang tergabung dalam 333 kelompok / koperasi yang berada di 28 kelurahan dari 18 kecamatan.

Tujuan utama PPSW jakarta adalah pemberdayaan perempuan khususnya yang berada di strata sosial ekonomi terendah dalam masyarakat yang terkonsentrasi di daerah kumuh perkotaan. PPSW Jakarta memilih beberapa fokus persoalan yang di hadapi masyarakat seperti persoalan ekonomi, kesehatan reproduksi, pendidikan politik dan pendidikan sebagai pintu masuk dalam pengorganisasisan masyarakat khususnya kelompok-kelompok perempuan.

Untuk mencapai tujuan tersebut PPSW Jakarta melakukan berbagai kegiatan seperti memfasilitasi masyarakat melalui berbagai pelatihan dan lokakarya sesuai kebutuhan mereka, serta mengembangkan organisasi dan jaringan masyarakat lokal untuk mengadvokasikan kepentingan mereka. Selain itu PPSW Jakarta juga melakukan penelitian, penerbitan,seminar dan lokakarya guna menunjang kegiatan yang di lakukan bersama masyarakat.

PPSW Jakarta telah memiliki Badan Hukum Yayasan PPSW Jakarta, sejak 8 Nopember dengan Akta Notaris No 01, Ny. Asmara Noer SH.

Visi
Pemberdayaan perempuan dan transformasi sosial bagi status dan peran perempuan dalam masyarakat melalui peningkatan akses dan kontrol perempuan terhadap sumberdaya, guna menciptakan tatanan masyarakat yang lebih egaliter, demokratis, berkeadilan dan kesetaraan gender.

Misi
1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesejahteraan perempuan basis.

2. Mengembangkan kekuatan kolektif dan kepemimpinan perempuan melalui kelembagaan lokal yang demokratis.

3. Mengembangakan kelembagaan lokal perempuan untuk meningkatkan akses dan kontrol terhadap sumberdaya.

4. Memasyarakatkan konsepkeadilan kesetaraan gender dalam semua tingkatan.


Strategi
Untuk mencapai Visi dan Misi, PPSW Jakarta mengembangkan empat strategi besar pengorganisasian masyarakat yaitu :

·       Membangun Visi dan Misi
·       Peningkatan kapasitas
·       Pengembangan organisasi dan jaringan kerja
·       Advokasi kebijakan dan perubahan sosial
·       Pengembangan organisasi dan jaringan kerja
·       Advokasi kebijakan dan perubahan sosial



Latihan Tari Cokek 

Komunitas Cina Benteng (KCB) merupakan komunitas adat Etnis Tionghoa yang berada di dusun Sewan Lebak  Wangi, Sewan Tangga Asem dan Kahuripan di Kota Tangerang. Mereka tinggal di wilayah itu sejak tahun 1740  setelah tragedi perang di Batavia. Atas kebijakan jajahan mereka diisolasi di daerah itu yang menyulitkan mereka untk berasimilasi.
Komunitas ini sudah beratus-ratus tahun menempati lahan di sepanjang sungai Cisadane dan tetap mempertahankan adat-istiadat serta budaya leluhur mereka seperti meja abu, upacara tertentu,  tulisan Cina yang ditempel diatas pintu untuk menghalangi roh jahat masuk kedalam rumah dan mempertahankan pernikahan  adat Cina Perkawinan Ciatou. Selengkapnya baca di sini


Hubungi Kami

Kontak Kami

Untuk menghubungi kami, silahkan mengirimkan email atau telpon langsung ke nomor di bawah ini:

  • Jakarta Timur, 13620
  • (021) 86603883
  • admin@ppswjakarta.org
  • www.ppswjakarta.org