Strategi Ketahanan Pangan Keluarga Perkotaan Pada Masa Covid-19

Gambar

Gambar

Follow

Strategi Ketahanan Pangan Keluarga Perkotaan Pada Masa Covid-19

 “BERTANI”  : STRATEGI KETAHANAN PANGAN KELUARGA PERKOTAAN
PADA MASA PANDEMI COVID 19



Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah membuat kebijakan untuk WFH (Work From Home) dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akhirnya memaksa banyak warga perkotaan memiliki banyak waktu luang di rumah. Kebijakan ini awalnya dimaksudkan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19.  Namun, ternyata kebijakan ini juga memiliki dampak positif lainnya berupa munculnya ide tetap produktif di rumah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bertani. Apalagi pandemi Covid-19 ini mengakibatkan ancaman krisis pangan karena terganggunya rantai pasok pangan.



Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah dan arahan Menteri Pertanian, kegiatan bertani di lahan sempit dan di pekarangan rumah juga dilaksanakan oleh Ibu-ibu Koperasi Mandiri dan Koperasi Ranggon makmur di Jakarta Timur.

Menghijaukan lingkungan bagi ibu-ibu  koperasi Mandiri, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, bukan hanya angan-angan. Praktek baik  yang dilakukan sejak tahun 2018 untuk mewujudkan Kedaulatan dan Ketahanan Pangan, memberi manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat di wilayah RW 04 Pondok Ranggon, Jakarta Timur. 


Ibu-ibu Koperasi Mandiri bergotong royong membuat Kebun Bersama “Gang Sukun” milik koperasi Mandiri, ditanami aneka sayuran : seperti bayam, kangkung, pokcay, kacang panjang, oyong dan lain-lain. Dan beberapa jenis tanaman yang ditanam,  dapat memenuhi gizi keluarga yang bisa dinikmati anggota dan masyarakat sekitar.  Keberhasilan kegiatan Kedaulatan dan Ketahanan Pangan di koperasi Mandiri tidak instant. Lahan yang semula penuh puing batu, sampah dan gangguan ternak, berangsur bisa dirubah menjadi kebun bersama milik Koperasi Mandiri.  


Bertani juga dilakukan oleh Ibu-ibu koperasi Ranggon Makmur dengan  memanfaatkan lahan kosong di RW 06 untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman obat mendapat dukungan dari anggota dan warga setempat, sehingga mampu “merubah” lahan pembuangan sampah warga menjadi Kebun HIJAU ROYO-ROYO, terlihat asri dan memberi manfaat pemenuhan gizi keluarga anggota dan warga sekitar. 
Hasil panen kebun bersama sudah dinikmati anggota dan masyarakat. Bahkan keberhasilan mereka dalam budidaya tanaman atau berkebun ini,  mampu menarik perhatian warga untuk membeli secara rutin di koperasi diantaranya tanaman ocra, daun pepaya, daun singkong, cabai, terong, tomat, bayam, kangkung, kacang panjang, sawi. Kegiatan berkebun saat ini menjadi salah satu daya tarik masyarakat untuk masuk koperasi.  


Anggota dan masyarakat juga semangat menanam di pekarangan rumah masing-masing, dan ikut menabung  Kedaulatan Pangan yang diberi nama “ tabungan Hijau Royo-royo” dan tabungan “Lumbung”. Tabungan ini tidak hanya untuk anggota koperasi, warga masyarakat yang belum menjadi anggota koperasipun banyak yang tertarik untuk menabung. 


Error 404

Maaf, Halaman yang anda cari sedang dalam perbaikan..

Go to Homepage